Menjelang Siji Suro,Umbul Jumprit Temanggung Dibanjiri Pengunjung Selama Bulan Suro, Wisata Religi Sarat Spiritualitas

Kamis, 26 Juni 2025 - 14:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Temanggung||Jejakkontruksi.com, Memasuki bulan Suro dalam penanggalan Jawa, Umbul Jumprit di Kecamatan Ngadirejo kembali dipadati peziarah dan wisatawan religi. Terkenal sebagai destinasi spiritual yang sarat makna, Umbul Jumprit menawarkan tidak hanya panorama alam yang menyejukkan, tetapi juga kekuatan batiniah yang kuat, terutama saat bulan Suro yang dianggap sakral.

Tradisi Ngalab Berkah di Bulan Suro

Bulan Suro menjadi momen kontemplatif bagi masyarakat Jawa. Di Umbul Jumprit, ritual ngalab berkah atau memohon restu dari Yang Maha Kuasa dilakukan dengan khidmat. Salah satu tradisinya adalah pengambilan air suci dari sumber mata air alami yang diyakini memiliki kekuatan spiritual.

“Air di sini berasal dari sumber yang dianggap suci turun-temurun. Setiap bulan Suro, peziarah datang dari berbagai daerah,” ujar Sutopo, juru kunci Umbul Jumprit.

Suasana Sakral dan Keheningan Alam

Kabut pagi yang menyelimuti kawasan mata air menciptakan aura mistis. Di bawah rimbunnya hutan pinus, para peziarah duduk bersila, memanjatkan doa dalam keheningan. Tiket masuk hanya Rp 1.000, namun nilai spiritual yang dirasakan pengunjung jauh melampaui harga tersebut.

“Di sini kita diajak bukan hanya berdoa, tapi juga menyatu dengan alam dan menyelami makna hidup,” kata Nuraini, peziarah asal Kendal.

Etika Ziarah dan Persiapan Spiritual

Pengelola dan tokoh adat mengimbau pengunjung untuk menyiapkan diri secara lahir dan batin. Hal ini mencakup menjaga niat, berpakaian sopan, hingga menghormati adat dan tata cara yang berlaku di lokasi.

Menjaga Warisan Leluhur dan Lingkungan

Sebagai situs spiritual dan budaya, Umbul Jumprit juga menjadi bagian dari warisan leluhur yang perlu dijaga. Pemerintah daerah bersama komunitas lokal terus berupaya melestarikan kebersihan, keaslian adat, dan suasana sakral kawasan ini.

Baca Juga  Gudang Solar Ilegal Karang Aji Diduga Kebal Hukum, Masih Beroperasi Bebas " Polres Jepara Disorot Tajam

Catatan Bagi Pengunjung:

Waktu terbaik: Pagi hari selama bulan Suro (untuk suasana hening dan khusyuk)

Persiapan: Jaga niat, kebersihan hati, dan fisik

Etika: Gunakan pakaian sopan, jaga ketenangan, dan patuhi aturan adat

Lingkungan: Jangan merusak atau mengotori area sekitar sumber mata air

Umbul Jumprit bukan sekadar destinasi, tapi ruang spiritual yang mengajak setiap jiwa untuk bertafakur, berdoa, dan merenungi hakikat hidup. Di tempat ini, setiap langkah adalah laku, dan setiap tetes air adalah harapan.

(Angger S)

 

 

Berita Terkait

Festival Budaya 620 Tahun Kedatangan Laksamana Cheng Ho
Ambarawa,Semangat Juang Menggema Lewat Sendratari Kolosal di Palagan
Kirab Budaya 1.275 Tahun: Panggung Warisan Leluhur dan Simbol Kebanggaan Warga
Dawuhan Dandan Kali Sendang Gambir” bertema Nguri-Uri Tradisi Jawi Sedekah Bumi (Saparan) Dusun Tetep
Bawen Gelar Jamasan Pusaka Perdana”  Warga Antusias Saksikan Warisan Budaya Leluhur
Jejak Johar Manik Terasa Lagi di Nanggulan Kutowinangun, Wali Kota Roby Hermawan: Budaya Harus Terus Hidup
Ritual Adat Temu Tirto Merapi-Merbabu”  Digelar Khidmat di Boyolali
PAWAI TA’ARUF SAMBUT TAHUN BARU HIJRIAH DI SALATIGA, TK-RA-BA TURUN MERIAHKAN ACARA

Berita Terkait

Minggu, 27 Juli 2025 - 19:19

Festival Budaya 620 Tahun Kedatangan Laksamana Cheng Ho

Minggu, 27 Juli 2025 - 11:10

Ambarawa,Semangat Juang Menggema Lewat Sendratari Kolosal di Palagan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 22:56

Kirab Budaya 1.275 Tahun: Panggung Warisan Leluhur dan Simbol Kebanggaan Warga

Sabtu, 26 Juli 2025 - 01:48

Dawuhan Dandan Kali Sendang Gambir” bertema Nguri-Uri Tradisi Jawi Sedekah Bumi (Saparan) Dusun Tetep

Minggu, 13 Juli 2025 - 23:33

Bawen Gelar Jamasan Pusaka Perdana”  Warga Antusias Saksikan Warisan Budaya Leluhur

Minggu, 29 Juni 2025 - 20:26

Jejak Johar Manik Terasa Lagi di Nanggulan Kutowinangun, Wali Kota Roby Hermawan: Budaya Harus Terus Hidup

Minggu, 29 Juni 2025 - 02:20

Ritual Adat Temu Tirto Merapi-Merbabu”  Digelar Khidmat di Boyolali

Sabtu, 28 Juni 2025 - 16:33

PAWAI TA’ARUF SAMBUT TAHUN BARU HIJRIAH DI SALATIGA, TK-RA-BA TURUN MERIAHKAN ACARA

Berita Terbaru

error: Content is protected !!