CILACAP / Jejakkontruksi.com – Proyek pembangunan lanjutan jembatan Kali Tipar di ruas jalan Bajing Kulon – Sikampuh (Kroya), Kabupaten Cilacap, kembali jadi sorotan. Pekerjaan senilai Rp4,8 miliar yang bersumber dari APBD Cilacap ini dikerjakan oleh CV Satya, namun dinilai tidak maksimal bahkan terkesan asal-asalan.
Warga sekitar menilai perbaikan yang dilakukan kontraktor hanya menyentuh sebagian kecil bagian yang rusak, sementara mayoritas pasangan batu belah dinilai tidak memenuhi standar konstruksi.
“Yang dibongkar dan diperbaiki cuma sedikit, padahal hampir semua pasangan batu bermasalah. Hasilnya tidak sesuai harapan,” keluh seorang warga, Jumat (22/8/2025).
Dari pantauan di lapangan, beberapa titik pekerjaan terlihat tidak rapi dan rawan menimbulkan kerusakan kembali. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa kontraktor tidak mengacu pada spesifikasi teknis sesuai dokumen perencanaan.
Kekecewaan warga semakin besar karena Kepala Dinas PUPR Cilacap maupun Bupati belum memberikan klarifikasi resmi terkait kualitas pekerjaan tersebut. Konfirmasi media yang dilayangkan pun tidak mendapat jawaban.
Praktisi konstruksi menilai, proyek jembatan dengan anggaran besar seharusnya dikerjakan sesuai best practice konstruksi. Pengawasan pun wajib dilakukan secara ketat, mulai dari pemilihan material hingga metode pelaksanaan, agar hasilnya kokoh dan berumur panjang.
Jika pengawasan lemah dan mutu pekerjaan dibiarkan menurun, maka masyarakat yang akan menanggung risikonya. Selain potensi kerugian anggaran negara, dampak paling serius adalah keamanan pengguna jalan yang bisa terancam.
Proyek strategis seperti jembatan Kali Tipar harus menjadi perhatian semua pihak. DPRD, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum diharapkan tidak tinggal diam, demi menjamin setiap rupiah anggaran dipergunakan sesuai aturan dan tepat sasaran.
[Vio Sari]







