Proyek Drainase di Ungaran Barat Diduga Asal Kerja, Papan Proyek Sempat Hilang

Kamis, 23 Oktober 2025 - 08:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNGARAN | JEJAKKONTRUKSI.COM Proyek pembangunan drainase di wilayah Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, kembali menuai sorotan tajam. Tim media bersama lembaga pemantau menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan material U-Ditch tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan, papan nama proyek sempat tidak terlihat di lokasi. Warga menyebut papan tersebut rusak karena tersenggol alat berat saat pembersihan area kerja. Namun, tak lama berselang, papan kegiatan kembali terpasang dengan kondisi baru.

Fenomena ini menimbulkan dugaan adanya upaya untuk menutupi informasi publik terkait kegiatan proyek.

Selain itu, ditemukan indikasi kuat bahwa pekerjaan dilakukan asal-asalan. Sambungan cor antar U-Ditch tampak retak dan tidak rapat. Di beberapa titik bahkan tidak terdapat lantai kerja (pasangan dasar) sebagaimana ketentuan teknis konstruksi saluran air. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengganggu aliran air dan mengurangi daya tahan bangunan.

Lebih parah lagi, para pekerja terlihat tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) selama kegiatan berlangsung. Padahal, penggunaan APD merupakan standar wajib dalam keselamatan kerja, terutama pada proyek pemerintah yang dibiayai uang rakyat.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek ini tercatat dalam Program Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota – Subkegiatan Rekonstruksi Jalan Kyai Hasan Munadi R 477, dengan nomor kontrak 027/08/SP/BM-PB/K/DPU/2025.

Nilai kontrak mencapai Rp2.924.618.000,00 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender, bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025.

Proyek dilaksanakan oleh CV. Bangun Sejahtera sebagai penyedia jasa dan diawasi oleh CV. Cahayakonsultan selaku konsultan pengawas.

Saat dikonfirmasi, pelaksana lapangan yang enggan disebut namanya menyebut pekerjaan telah berjalan sekitar 12 minggu.

Sementara itu, BN, pemilik sekaligus kontraktor pelaksana proyek, membenarkan bahwa kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab perusahaannya.

Baca Juga  Diduga Gudang LPG Ilegal dan Praktik Pengoplosan Libatkan Oknum Anggota Polresta surakarta, Aktivitas Mencurigakan Terendus di Sukoharjo

“Iya, itu pekerjaan kami. Saat ini progresnya baru sekitar 60 persen,” ujarnya singkat saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Namun, ketika dikonfirmasi lebih lanjut melalui pesan WhatsApp, BN justru merespons dengan nada ketus baru sibuk Surve proyek dengan PU,” ucapnya.

Sikap tersebut menimbulkan tanda tanya publik atas keterbukaan informasi pelaksana proyek yang menggunakan dana pemerintah.

Warga sekitar berharap pihak kontraktor dan konsultan pengawas lebih memperhatikan mutu pekerjaan serta keselamatan kerja, agar proyek drainase yang diharapkan mampu mengatasi banjir tidak malah menimbulkan masalah baru.

Hingga berita ini diterbitkan, BN belum kembali memberikan tanggapan atas temuan di lapangan yang disampaikan melalui pesan singkat oleh awak media.[Saputra]

 

 

 

Berita Terkait

Pembangunan MAN Salatiga Disorot Keras : Pagu Anggaran Tak Jelas, K3 Diduga Diabaikan , LAI BPAN Jateng Siap Layangkan Surat Resmi
WARUNG “ACEH” DI PEKALONGAN DIDUGA JUAL OBAT KERAS BEBAS, MUNCUL ISU BEKING OKNUM
Polsek Semarang Barat Sikat Balap Liar di Flyover Madukoro, 31 Motor Disita dalam Razia Pagi
Diduga Gudang LPG Ilegal dan Praktik Pengoplosan Libatkan Oknum Anggota Polresta surakarta, Aktivitas Mencurigakan Terendus di Sukoharjo
Skandal Limbah di Boyolali: Gudang Diduga Ilegal Milik Oknum Kades Berjalan Tanpa Tersentuh Hukum?
SP3 Terbit, Emas Berlian Tak Pernah Terungkap: Korban Pertanyakan Profesionalisme Polrestabes Semarang
Diduga Timbun Solar Ilegal di Semarang, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat
Galian C Diduga Ilegal Milik BS Rusak Parah Jalan Boja–Kaliwungu, Negara Diuji: Diam atau Bertindak?

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:44

Pembangunan MAN Salatiga Disorot Keras : Pagu Anggaran Tak Jelas, K3 Diduga Diabaikan , LAI BPAN Jateng Siap Layangkan Surat Resmi

Senin, 23 Februari 2026 - 00:05

WARUNG “ACEH” DI PEKALONGAN DIDUGA JUAL OBAT KERAS BEBAS, MUNCUL ISU BEKING OKNUM

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:35

Polsek Semarang Barat Sikat Balap Liar di Flyover Madukoro, 31 Motor Disita dalam Razia Pagi

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:46

Diduga Gudang LPG Ilegal dan Praktik Pengoplosan Libatkan Oknum Anggota Polresta surakarta, Aktivitas Mencurigakan Terendus di Sukoharjo

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:26

Skandal Limbah di Boyolali: Gudang Diduga Ilegal Milik Oknum Kades Berjalan Tanpa Tersentuh Hukum?

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:20

SP3 Terbit, Emas Berlian Tak Pernah Terungkap: Korban Pertanyakan Profesionalisme Polrestabes Semarang

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:36

Diduga Timbun Solar Ilegal di Semarang, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat

Senin, 19 Januari 2026 - 15:21

Galian C Diduga Ilegal Milik BS Rusak Parah Jalan Boja–Kaliwungu, Negara Diuji: Diam atau Bertindak?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!