PUPUK BERSUBSIDI DI GROBOGAN DIDIAMKAN, PETANI MENJERIT!!

Sabtu, 8 November 2025 - 14:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GROBOGAN | jejakkontruksi.com — Ironi di tengah program pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi demi meringankan beban petani justru terjadi di Kabupaten Grobogan. Di Dusun Pekuwon, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Jawa Tengah, awak media menemukan praktik penjualan pupuk bersubsidi yang jauh dari ketentuan harga resmi pemerintah.

Pada Kamis, 6 November 2025, terungkap bahwa pupuk bersubsidi jenis Urea dan Ponska dijual dengan harga Rp150.000 per sak (50 kg). Padahal, sesuai keputusan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Kepmentan Nomor 814/Kpts/SR.320/M/10/2025, harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi telah diturunkan sebesar 20% sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian nasional.

Harga resmi pupuk bersubsidi yang berlaku nasional:

  • Urea: Rp1.800/kg atau Rp90.000/sak (50 kg)
  • NPK (Ponska): Rp1.840/kg atau Rp92.000/sak (50 kg)
  • NPK Kakao: Rp2.640/kg
  • ZA khusus tebu: Rp1.360/kg
  • Pupuk organik: Rp640/kg

Namun fakta di lapangan berkata lain. Sejumlah anggota kelompok tani di Pekuwon mengaku hanya mendapat jatah dua sak pupuk dengan harga Rp300.000, jauh di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Praktik tersebut jelas melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, khususnya Pasal 30 Ayat (1) yang menegaskan bahwa pemerintah wajib menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani.

“Kami berharap Bapak Menteri Andi Amran Sulaiman segera menurunkan tim independen dari kementerian untuk turun langsung ke lapangan. Agar masyarakat petani tahu siapa yang bermain di balik mahalnya pupuk bersubsidi ini,” tegas salah satu awak media di lokasi.

Kasus ini menjadi cermin lemahnya pengawasan distribusi pupuk bersubsidi di tingkat bawah. Bila dibiarkan, nasib petani kian terjepit oleh biaya produksi yang tidak masuk akal.

Semoga pemerintah pusat segera bertindak tegas agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke tangan petani dengan harga yang wajar, bukan menjadi ladang keuntungan segelintir pihak.

Baca Juga  Bupati Semarang Hadiri Rapat Koordinasi di Gradika Bhakti Praja, Usulkan Pelebaran Jalan Akses Exit Tol Ambarawa

Kabiro Grobogan: Suprapto

Berita Terkait

Diduga Timbun Solar Ilegal di Semarang, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat
Galian C Diduga Ilegal Milik BS Rusak Parah Jalan Boja–Kaliwungu, Negara Diuji: Diam atau Bertindak?
Bongkar Skandal Irigasi Cilacap” SPK Telat, Kontraktor Membangkang, CV Bodong Lolos!
Proyek Betonisasi APBD di Demak Diduga Dikerjakan Asal-Asalan” CV Sumber Agung Disorot Tajam
Proyek Saluran Diduga Asal Jadi! CV Rajawali Mitra Utama Pasang U-Ditch Tanpa Lantai Kerja di Ungaran
CBP LAW Desak Polres Rembang Percepat Penanganan Dugaan Mafia Tanah, Soroti Lambannya Proses Penyelidikan
Diduga Menyimpang Spek, Proyek Jalan Masuk Selatan UIN Salatiga Disorot Media & LAI BPAN Jateng
Proyek Talud Blotongan Diduga Asal-Asalan: Material Diduga Tak Standar, Pekerja Tanpa APD – BPAN Jateng Ultimatum DPUPR Salatiga

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:36

Diduga Timbun Solar Ilegal di Semarang, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat

Senin, 19 Januari 2026 - 15:21

Galian C Diduga Ilegal Milik BS Rusak Parah Jalan Boja–Kaliwungu, Negara Diuji: Diam atau Bertindak?

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:32

Bongkar Skandal Irigasi Cilacap” SPK Telat, Kontraktor Membangkang, CV Bodong Lolos!

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:44

Proyek Betonisasi APBD di Demak Diduga Dikerjakan Asal-Asalan” CV Sumber Agung Disorot Tajam

Sabtu, 6 Desember 2025 - 22:42

Proyek Saluran Diduga Asal Jadi! CV Rajawali Mitra Utama Pasang U-Ditch Tanpa Lantai Kerja di Ungaran

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:17

CBP LAW Desak Polres Rembang Percepat Penanganan Dugaan Mafia Tanah, Soroti Lambannya Proses Penyelidikan

Kamis, 27 November 2025 - 13:36

Diduga Menyimpang Spek, Proyek Jalan Masuk Selatan UIN Salatiga Disorot Media & LAI BPAN Jateng

Rabu, 26 November 2025 - 23:11

Proyek Talud Blotongan Diduga Asal-Asalan: Material Diduga Tak Standar, Pekerja Tanpa APD – BPAN Jateng Ultimatum DPUPR Salatiga

Berita Terbaru

error: Content is protected !!