Pemasangan U-Ditch di Salatiga Diduga Asal-Asalan: Tanpa Lantai Kerja, Sambungan Tak Rata, dan Pekerja Tanpa APD

Rabu, 26 November 2025 - 22:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALATIGA | JEJAKKONTRUKSI.COM Dugaan praktik pengerjaan proyek secara asal-asalan kembali mencuat di Kota Salatiga. Kali ini, pemasangan U-Ditch pada salah satu titik proyek drainase diduga dilakukan tanpa mengikuti spesifikasi teknis yang menjadi standar wajib dalam pekerjaan konstruksi. Temuan lapangan mengungkap sejumlah kejanggalan yang patut dipertanyakan dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Pantauan tim investigasi menemukan bahwa sambungan antar-U-Ditch tampak tidak rata, bahkan pada beberapa bagian terlihat bergeser dan berpotensi mengurangi kapasitas aliran air. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kualitas struktur dan ketahanannya dalam jangka panjang.

Lebih parah lagi, pemasangan U-Ditch terlihat tanpa lantai kerja (onderlaag)—komponen penting yang seharusnya menjadi dasar untuk memastikan elevasi, stabilitas, dan presisi pemasangan. Ketiadaan onderlaag dapat menyebabkan penurunan (settlement) dan kerusakan struktural dalam waktu singkat.

Tak berhenti di situ, area galian tampak dibiarkan berantakan dan tidak mengikuti pola pekerjaan standar, menandakan lemahnya kontrol dan pengawasan teknis dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.

Pekerja Tanpa APD, Melanggar Aturan K3

Sisi keselamatan kerja pun turut diabaikan. Sejumlah pekerja terlihat bekerja tanpa Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, sepatu proyek, sarung tangan, dan rompi keselamatan. Pelanggaran ini bukan hanya mencederai aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), tetapi juga menunjukkan lemahnya komitmen kontraktor dalam melindungi tenaga kerjanya.

Padahal, kewajiban penggunaan APD merupakan aturan baku yang harus dipenuhi dalam setiap kegiatan konstruksi, khususnya proyek dengan pendanaan negara.

LAI BPAN Jateng Angkat Suara: “Proyek Asal Jadi Tidak Bisa Ditoleransi”

Menanggapi temuan tersebut, Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) BPAN Jawa Tengah melalui Tim Investigasi yang diketuai Edy Bondan menyatakan akan segera melayangkan surat resmi kepada DPUPR Kota Salatiga serta instansi pengawasan terkait.

Baca Juga  Proyek Betonisasi APBD di Demak Diduga Dikerjakan Asal-Asalan" CV Sumber Agung Disorot Tajam

Menurut Edy Bondan, praktik pengerjaan seperti ini tidak bisa lagi ditoleransi.

“Kami mendesak DPUPR turun segera ke lokasi. Terlalu banyak proyek di Salatiga dikerjakan asal-asalan. Jika dibiarkan, masyarakat yang akan menanggung dampaknya — mulai dari kerusakan dini hingga potensi bahaya bagi warga,” tegas Edy Bondan.

Edy menambahkan, proyek yang dibiayai dari APBN maupun APBD wajib dikerjakan dengan standar teknis yang jelas, bukan sekadar menggugurkan kewajiban serapan anggaran.

Publik Berhak Tahu, Pengawasan Harus Diperketat

LAI BPAN Jateng memastikan tidak akan berhenti pada temuan awal. Tim investigasi akan terus mengawal proyek ini sampai ada tindakan konkret dari dinas terkait, termasuk evaluasi terhadap kontraktor pelaksana. Jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran SOP konstruksi, pihaknya menegaskan sanksi tegas harus dijatuhkan.

Masyarakat menaruh harapan besar agar pengawasan proyek di Kota Salatiga benar-benar diperketat. Proyek infrastruktur bukan hanya soal membangun fisik, tetapi juga soal akuntabilitas, keselamatan publik, dan penggunaan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan.(Roni)

 

Berita Terkait

Diduga Timbun Solar Ilegal di Semarang, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat
Galian C Diduga Ilegal Milik BS Rusak Parah Jalan Boja–Kaliwungu, Negara Diuji: Diam atau Bertindak?
Bongkar Skandal Irigasi Cilacap” SPK Telat, Kontraktor Membangkang, CV Bodong Lolos!
Proyek Betonisasi APBD di Demak Diduga Dikerjakan Asal-Asalan” CV Sumber Agung Disorot Tajam
Proyek Saluran Diduga Asal Jadi! CV Rajawali Mitra Utama Pasang U-Ditch Tanpa Lantai Kerja di Ungaran
CBP LAW Desak Polres Rembang Percepat Penanganan Dugaan Mafia Tanah, Soroti Lambannya Proses Penyelidikan
Diduga Menyimpang Spek, Proyek Jalan Masuk Selatan UIN Salatiga Disorot Media & LAI BPAN Jateng
Proyek Talud Blotongan Diduga Asal-Asalan: Material Diduga Tak Standar, Pekerja Tanpa APD – BPAN Jateng Ultimatum DPUPR Salatiga

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:36

Diduga Timbun Solar Ilegal di Semarang, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat

Senin, 19 Januari 2026 - 15:21

Galian C Diduga Ilegal Milik BS Rusak Parah Jalan Boja–Kaliwungu, Negara Diuji: Diam atau Bertindak?

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:32

Bongkar Skandal Irigasi Cilacap” SPK Telat, Kontraktor Membangkang, CV Bodong Lolos!

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:44

Proyek Betonisasi APBD di Demak Diduga Dikerjakan Asal-Asalan” CV Sumber Agung Disorot Tajam

Sabtu, 6 Desember 2025 - 22:42

Proyek Saluran Diduga Asal Jadi! CV Rajawali Mitra Utama Pasang U-Ditch Tanpa Lantai Kerja di Ungaran

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:17

CBP LAW Desak Polres Rembang Percepat Penanganan Dugaan Mafia Tanah, Soroti Lambannya Proses Penyelidikan

Kamis, 27 November 2025 - 13:36

Diduga Menyimpang Spek, Proyek Jalan Masuk Selatan UIN Salatiga Disorot Media & LAI BPAN Jateng

Rabu, 26 November 2025 - 23:11

Proyek Talud Blotongan Diduga Asal-Asalan: Material Diduga Tak Standar, Pekerja Tanpa APD – BPAN Jateng Ultimatum DPUPR Salatiga

Berita Terbaru

error: Content is protected !!