Bongkar Skandal Irigasi Cilacap” SPK Telat, Kontraktor Membangkang, CV Bodong Lolos!

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP |JEJAKKONTRUKSI.COM – Proyek irigasi yang seharusnya menyejahterakan ratusan petani kini berubah menjadi ladang skandal dan dugaan KKN. Dengan batas kontrak 15 November 2025 yang sudah terlewati, CV Bintang Surya Kencana membangkang, SPK terlambat, dan pejabat Dinas Pertanian diduga meloloskan CV bodong!

Investigasi JEJAKKONTRUKSI.COM menemukan fakta mengejutkan: proyek tersandera oleh keterlambatan progres, lemahnya pengawasan, dan praktik titipan paket yang merugikan negara. Konsultan pengawas menyebut kontraktor mengabaikan teguran, sementara Direksi dan pelaksana lapangan bungkam saat dikonfirmasi media.

DPRD Cilacap menyoroti keterlambatan SPK sebagai titik kritis. Mulyadi Tanjung (Bang Buyung) mempertanyakan, “Kenapa SPK bisa telat? Siapa yang bermain di belakang layar?” Dugaan mafia proyek dan intervensi oknum Dinas Pertanian makin menguat, termasuk pemberian paket kepada CV fiktif yang tidak punya bendera hukum!

JEJAKKONTRUKSI.COM menegaskan: ini bukan sekadar proyek mangkrak, ini adalah skandal maladministrasi yang mengancam hajat hidup petani dan keuangan negara. Aparat Penegak Hukum, Inspektorat, dan BPK wajib turun tangan. Audit total dan pemanggilan PPK serta direksi kontraktor adalah keharusan.

Pertanyaannya sekarang: siapa pejabat Dinas Pertanian yang berani meloloskan CV bodong? Jawaban atas pertanyaan ini bisa mengguncang Cilacap

(Tiem)

 

Baca Juga  Proyek Jembatan MT Haryono Ungaran Diduga Abaikan Koordinasi, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Genangan

Berita Terkait

Pembangunan MAN Salatiga Disorot Keras : Pagu Anggaran Tak Jelas, K3 Diduga Diabaikan , LAI BPAN Jateng Siap Layangkan Surat Resmi
WARUNG “ACEH” DI PEKALONGAN DIDUGA JUAL OBAT KERAS BEBAS, MUNCUL ISU BEKING OKNUM
Polsek Semarang Barat Sikat Balap Liar di Flyover Madukoro, 31 Motor Disita dalam Razia Pagi
Diduga Gudang LPG Ilegal dan Praktik Pengoplosan Libatkan Oknum Anggota Polresta surakarta, Aktivitas Mencurigakan Terendus di Sukoharjo
Penjambretan Disertai Penganiayaan Terjadi di Jalan Anggrek Semarang, Korban Ibu Rumah Tangga
Skandal Limbah di Boyolali: Gudang Diduga Ilegal Milik Oknum Kades Berjalan Tanpa Tersentuh Hukum?
SP3 Terbit, Emas Berlian Tak Pernah Terungkap: Korban Pertanyakan Profesionalisme Polrestabes Semarang
Tanah Dibeli 2009, Rumah Berdiri, Kini Dipersoalkan Lagi: Dugaan Penipuan Masuk Polisi

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:44

Pembangunan MAN Salatiga Disorot Keras : Pagu Anggaran Tak Jelas, K3 Diduga Diabaikan , LAI BPAN Jateng Siap Layangkan Surat Resmi

Senin, 23 Februari 2026 - 00:05

WARUNG “ACEH” DI PEKALONGAN DIDUGA JUAL OBAT KERAS BEBAS, MUNCUL ISU BEKING OKNUM

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:35

Polsek Semarang Barat Sikat Balap Liar di Flyover Madukoro, 31 Motor Disita dalam Razia Pagi

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:46

Diduga Gudang LPG Ilegal dan Praktik Pengoplosan Libatkan Oknum Anggota Polresta surakarta, Aktivitas Mencurigakan Terendus di Sukoharjo

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:28

Penjambretan Disertai Penganiayaan Terjadi di Jalan Anggrek Semarang, Korban Ibu Rumah Tangga

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:26

Skandal Limbah di Boyolali: Gudang Diduga Ilegal Milik Oknum Kades Berjalan Tanpa Tersentuh Hukum?

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:20

SP3 Terbit, Emas Berlian Tak Pernah Terungkap: Korban Pertanyakan Profesionalisme Polrestabes Semarang

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:17

Tanah Dibeli 2009, Rumah Berdiri, Kini Dipersoalkan Lagi: Dugaan Penipuan Masuk Polisi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!