Pembangunan MAN Salatiga Disorot Keras : Pagu Anggaran Tak Jelas, K3 Diduga Diabaikan , LAI BPAN Jateng Siap Layangkan Surat Resmi

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salatiga |Jejakkotruksi.com – Proyek pembangunan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Salatiga kini menuai sorotan tajam dan memicu tanda tanya besar di tengah publik. Sejumlah temuan di lapangan mengindikasikan adanya dugaan pengabaian standar keselamatan kerja hingga minimnya transparansi anggaran.

Pantauan awak media di lokasi proyek menunjukkan para pekerja tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) seperti helm proyek, maupun sepatu safety hanya rompi yang mereka pake.

Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang wajib diterapkan dalam setiap pekerjaan konstruksi untuk menjamin keselamatan tenaga kerja.
Tak hanya itu, metode teknis pelaksanaan pekerjaan juga memicu perhatian.

Proses pengecoran struktur bangunan disebut dilakukan secara manual menggunakan molen berkapasitas kecil. Untuk proyek pembangunan di lingkungan lembaga pendidikan negeri, metode tersebut dinilai perlu dipertanyakan karena berpotensi memengaruhi mutu serta kekuatan konstruksi apabila tidak memenuhi standar teknis yang berlaku.

Yang paling mencolok, di lokasi pembangunan tidak ditemukan papan informasi proyek. Padahal papan proyek merupakan kewajiban yang harus dipasang untuk memberikan informasi kepada publik terkait nilai pagu anggaran, sumber pendanaan, serta identitas pelaksana kegiatan. Ketiadaan papan proyek ini dinilai mencederai prinsip transparansi dalam penggunaan dana pembangunan.

 


Saat dikonfirmasi, pihak kontraktor justru menyampaikan bahwa sumber dana pembangunan tidak berasal dari pemerintah.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi baru di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek pembangunan yang berlangsung di lingkungan sekolah negeri semestinya memiliki kejelasan terkait sumber pembiayaan, mekanisme pelaksanaan, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap pengawasan pekerjaan.
Menanggapi temuan tersebut, L

embaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (LAI BPAN) Jawa Tengah melalui tim investigasinya menyatakan akan mengambil langkah resmi guna meminta penjelasan dari pihak terkait.

Baca Juga  Kolaborasi Satgas Yonzipur 5/ABW Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan Melalui Penanaman Jagung Perdana di Perbatasan

Ketua Investigasi LAI BPAN Jawa Tengah, Edy Bondan, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat resmi guna meminta klarifikasi mengenai legalitas pembangunan serta sumber pendanaan proyek tersebut.


“Kami akan bersurat secara resmi kepada pihak terkait untuk memastikan apakah penggunaan dana pembangunan tersebut bersumber dari APBN, APBD, atau sumber lain yang sah. Semua harus jelas dan transparan agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan,” tegas Edy Bondan.

Ia menegaskan, setiap pembangunan yang berada di lingkungan lembaga pendidikan negeri wajib menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan keterbukaan publik, terutama jika berkaitan dengan penggunaan dana negara.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Madrasah Aliyah Negeri Salatiga maupun instansi terkait mengenai sumber pendanaan proyek, nilai anggaran, serta pelaksana kegiatan pembangunan tersebut.

Publik kini menunggu klarifikasi terbuka dari pihak berwenang agar polemik terkait proyek pembangunan di lingkungan pendidikan ini tidak semakin meluas.

[Red/Tiem)

Berita Terkait

Aksi Nyata CSR! PT Praba Mas Hill Tuntaskan Perbaikan Jalan Menuju Pertigaan Lampu Merah Jalan Untung Suropati
WARUNG “ACEH” DI PEKALONGAN DIDUGA JUAL OBAT KERAS BEBAS, MUNCUL ISU BEKING OKNUM
Polsek Semarang Barat Sikat Balap Liar di Flyover Madukoro, 31 Motor Disita dalam Razia Pagi
Diduga Gudang LPG Ilegal dan Praktik Pengoplosan Libatkan Oknum Anggota Polresta surakarta, Aktivitas Mencurigakan Terendus di Sukoharjo
Skandal Limbah di Boyolali: Gudang Diduga Ilegal Milik Oknum Kades Berjalan Tanpa Tersentuh Hukum?
SP3 Terbit, Emas Berlian Tak Pernah Terungkap: Korban Pertanyakan Profesionalisme Polrestabes Semarang
Diduga Timbun Solar Ilegal di Semarang, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat
Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Kades Mukiran

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:44

Pembangunan MAN Salatiga Disorot Keras : Pagu Anggaran Tak Jelas, K3 Diduga Diabaikan , LAI BPAN Jateng Siap Layangkan Surat Resmi

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:56

Aksi Nyata CSR! PT Praba Mas Hill Tuntaskan Perbaikan Jalan Menuju Pertigaan Lampu Merah Jalan Untung Suropati

Senin, 23 Februari 2026 - 00:05

WARUNG “ACEH” DI PEKALONGAN DIDUGA JUAL OBAT KERAS BEBAS, MUNCUL ISU BEKING OKNUM

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:46

Diduga Gudang LPG Ilegal dan Praktik Pengoplosan Libatkan Oknum Anggota Polresta surakarta, Aktivitas Mencurigakan Terendus di Sukoharjo

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:26

Skandal Limbah di Boyolali: Gudang Diduga Ilegal Milik Oknum Kades Berjalan Tanpa Tersentuh Hukum?

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:20

SP3 Terbit, Emas Berlian Tak Pernah Terungkap: Korban Pertanyakan Profesionalisme Polrestabes Semarang

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:36

Diduga Timbun Solar Ilegal di Semarang, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat

Kamis, 22 Januari 2026 - 00:18

Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Kades Mukiran

Berita Terbaru

error: Content is protected !!