SKANDAL MEMALUKAN SDN DI UNGARAN MELEDAK” Guru Ngaji Diduga Cabuli 8 Siswi Damai Gelap Disusun ,Orang Tua Korban Dipaksa Bungkam

Senin, 15 Desember 2025 - 22:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Semarang | Jejakkontruksi.com-Dunia pendidikan Kabupaten Semarang diguncang gempa moral. Dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak SD di SDN Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, mencuat ke permukaan dengan aroma penutupan kasus terstruktur.

Seorang pengajar ekstrakurikuler mengaji berinisial AN diduga melakukan perbuatan cabul terhadap murid-muridnya. Informasi yang dihimpun menyebutkan sedikitnya delapan siswa menjadi korban. Namun yang membuat publik murka, kasus ini tidak langsung dilaporkan, melainkan “didiamkan” hampir dua bulan lewat skema yang disebut sebagai mediasi.

MEDIASI ATAU PERSEKONGKOLAN SUNYI?

Pihak sekolah mengakui adanya kesepakatan tertulis. Namun isi dokumen tersebut dikunci rapat, tak boleh diketahui publik.

Alasan klasik pun dikemukakan: demi “melindungi masa depan anak”.

Namun pengakuan salah satu orang tua korban membongkar sisi gelapnya.

“Kami dilarang melapor ke polisi dan dilarang bicara. Semua tertulis di surat itu,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Jika benar, ini bukan lagi mediasi—melainkan dugaan pembungkaman korban dan potensi penghalangan proses hukum.

PELALU DIBUANG SENYAP, HUKUM DITINGGALKAN?

Sekolah menyebut AN telah dipecat secara administratif. Tak ada laporan polisi saat itu. Tak ada pengumuman terbuka. Tak ada perlindungan psikologis yang transparan bagi korban.

Pemecatan diam-diam ini memantik pertanyaan keras: apakah pelaku cukup “dibuang”, lalu kasus dianggap selesai?

POLISI TURUN, PUBLIK MENUNTUT BUKTI KETEGASAN

Unit PPA Polres Semarang, bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, akhirnya turun ke lokasi. Polisi menegaskan Restorative Justice TIDAK BOLEH dipakai untuk menutupi kejahatan seksual terhadap anak.

Namun publik menunggu:
apakah penyelidikan ini akan berujung pidana, atau kembali tenggelam?

[Tiem /Red]

Baca Juga  Kapolri Hadiri Bakti Kesehatan dan Donor Darah KSPSI AGN, Komitmen Polri Peduli Buruh

Berita Terkait

Hampir Sebulan Mandek, Kasus Penganiayaan Remaja di Wonosari Baru Bergerak Setelah Ramai Diberitakan?
Aksi Kilat Komplotan Maling Knalpot Grand Max di Putussibau Terekam CCTV
Skandal Perselingkuhan Oknum Pegawai Bank BUMN Berujung KDRT! Istri Sah Bongkar Chat Mesra, Korban Lapor Polisi
Diduga Tanpa Izin, Aktivitas Tanah Urug di Gunungpati Terus Berjalan” Legalitas Dipertanyakan!!
Penghalangan Wartawan di Ngawi Diseret ke Dewan Pers, Dirut MNN: Ini Serangan ke Demokrasi!
DIUSIR SAAT LIPUTAN DI PUSKESMAS SINE, WARTAWAN RESMI ADUKAN OKNUM KE Dewan Pers ” ADA DUGAAN PEMBATASAN INFORMASI PUBLIK!
Togel Meteseh Tak Tersentuh? Publik Sorot Kinerja Polsek Boja, Dugaan Pembiaran Mencuat
Diduga Intimidasi Wartawan Saat Peliputan, Oknum Polisi di Tanggamus Disorot

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:04

Hampir Sebulan Mandek, Kasus Penganiayaan Remaja di Wonosari Baru Bergerak Setelah Ramai Diberitakan?

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:35

Aksi Kilat Komplotan Maling Knalpot Grand Max di Putussibau Terekam CCTV

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:08

Skandal Perselingkuhan Oknum Pegawai Bank BUMN Berujung KDRT! Istri Sah Bongkar Chat Mesra, Korban Lapor Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 23:11

Diduga Tanpa Izin, Aktivitas Tanah Urug di Gunungpati Terus Berjalan” Legalitas Dipertanyakan!!

Jumat, 17 April 2026 - 19:35

Penghalangan Wartawan di Ngawi Diseret ke Dewan Pers, Dirut MNN: Ini Serangan ke Demokrasi!

Jumat, 17 April 2026 - 18:38

DIUSIR SAAT LIPUTAN DI PUSKESMAS SINE, WARTAWAN RESMI ADUKAN OKNUM KE Dewan Pers ” ADA DUGAAN PEMBATASAN INFORMASI PUBLIK!

Kamis, 16 April 2026 - 20:13

Togel Meteseh Tak Tersentuh? Publik Sorot Kinerja Polsek Boja, Dugaan Pembiaran Mencuat

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:40

Diduga Intimidasi Wartawan Saat Peliputan, Oknum Polisi di Tanggamus Disorot

Berita Terbaru

error: Content is protected !!