Tanpa Proyek, Tanpa Anggaran: Gotong Royong Warga Ini Bikin Takjub

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boyolali |Jejakkontruksi.com – Fajar awal tahun 2026 di RT 01/RW 01 Dukuh Nganjung-anjung, Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamodro, Boyolali, menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan hati. Bukan deru alat berat proyek pemerintah yang terdengar, melainkan langkah-langkah warga yang bergotong royong memperbaiki, mengecor, dan membersihkan jalan kampung menuju lahan pertanian mereka.

Jalan yang sebelumnya sempit dan kurang layak kini tampak lebih lebar, rapi, dan bersih. Jalur tersebut menjadi urat nadi kehidupan warga, khususnya para petani, dalam mengangkut hasil panen dan menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.

Hebatnya, seluruh proses perbaikan jalan ini dilakukan secara swadaya, murni dari dana pribadi masyarakat. Tidak ada bantuan proyek, tidak pula pamrih. Inilah potret nyata kemandirian desa yang lahir dari rasa memiliki dan kepedulian sosial yang kuat.

Di tengah semangat kerja bakti itu, hadir pula seorang relawan yang berkontribusi besar namun memilih tetap anonim. Ia menolak disebutkan namanya, seolah ingin menegaskan bahwa ketulusan tidak memerlukan sorotan, cukup dirasakan manfaatnya oleh sesama.
Ketua RW 01 Dukuh Nganjung-anjung, Suparno, yang turut terjun langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa gotong royong ini memiliki makna lebih dari sekadar pembangunan fisik.

“Ini bukan hanya memperbaiki jalan. Yang lebih penting, kami mempererat tali silaturahmi, menguyubkan warga Nganjung-anjung, dan ke depan tentu memperlancar rezeki para petani,” ujarnya di sela kegiatan.

Aksi gotong royong di awal tahun 2026 ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebersamaan di Boyolali masih terjaga kuat. Dari kampung kecil bernama Nganjung-anjung, sebuah pesan besar disampaikan: perubahan dan kesejahteraan bisa dimulai dari kebersamaan warga desa itu sendiri.[Suyatno/Red)

Baca Juga  Uluran Kasih Prajurit Diklapaif untuk Yayasan Yatim dan Dhuafa di Bandung

Berita Terkait

Tanah Dibeli 2009, Rumah Berdiri, Kini Dipersoalkan Lagi: Dugaan Penipuan Masuk Polisi
Diduga Timbun Solar Ilegal di Semarang, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat
Protes Keras Liga Desa Jateng: Temuan Manipulasi Domisili Pemain Pekalongan Picu Kekecewaan Tim Kabupaten Semarang
Perkuat Keimanan, Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Program Kerohanian
MAFIA PROYEK DIDUGA MENGGURITA DI BINAMARGA–PSDA JABAR!
Diduga Peras Pemilik Kafe Rp40 Juta, Oknum Advokat Dilaporkan ke Polres Rembang Ngaku Wakili Tokoh Agama!!
Gudang Solar Ilegal Karang Aji Diduga Kebal Hukum, Masih Beroperasi Bebas ” Polres Jepara Disorot Tajam
Bongkar Skandal Irigasi Cilacap” SPK Telat, Kontraktor Membangkang, CV Bodong Lolos!

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:17

Tanah Dibeli 2009, Rumah Berdiri, Kini Dipersoalkan Lagi: Dugaan Penipuan Masuk Polisi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:36

Diduga Timbun Solar Ilegal di Semarang, Publik Pertanyakan Pengawasan Aparat

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:44

Protes Keras Liga Desa Jateng: Temuan Manipulasi Domisili Pemain Pekalongan Picu Kekecewaan Tim Kabupaten Semarang

Sabtu, 3 Januari 2026 - 18:40

Perkuat Keimanan, Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Program Kerohanian

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:15

MAFIA PROYEK DIDUGA MENGGURITA DI BINAMARGA–PSDA JABAR!

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:03

Diduga Peras Pemilik Kafe Rp40 Juta, Oknum Advokat Dilaporkan ke Polres Rembang Ngaku Wakili Tokoh Agama!!

Selasa, 23 Desember 2025 - 03:33

Gudang Solar Ilegal Karang Aji Diduga Kebal Hukum, Masih Beroperasi Bebas ” Polres Jepara Disorot Tajam

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:32

Bongkar Skandal Irigasi Cilacap” SPK Telat, Kontraktor Membangkang, CV Bodong Lolos!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!