Desakan Penuntasan Korupsi BUMD PT CSA Cilacap: Suara Masyarakat Menggema, Penegak Hukum Didorong Bertindak Tegas

Selasa, 29 Juli 2025 - 15:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP|Jejakkonstruksi.com – Kasus dugaan korupsi di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Cilacap Segara Artha (CSA) kembali menjadi sorotan publik. Nilai kerugian yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah memicu keprihatinan mendalam dari masyarakat dan aktivis antikorupsi. Dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat diduga malah menjadi bancakan segelintir oknum pejabat, baik dari unsur pemerintah maupun swasta.

Kemarahan publik tak terbendung. Praktik lancung tersebut dinilai mencederai rasa keadilan dan merusak kepercayaan terhadap institusi pemerintahan daerah. Ormas Gibas Cilacap termasuk yang paling vokal menyuarakan desakan agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas perkara ini.

Gibas: Jangan Ada Toleransi untuk Koruptor

Ketua Gibas Cilacap, Bambang Purwanto, S.Pd., menyampaikan sikap tegas organisasi yang dipimpinnya. Dalam pernyataannya kepada awak media, ia menyebut bahwa kasus ini mencerminkan bobroknya moral sebagian elite birokrasi dan pengusaha.

“Kami cukup miris. Uang sebanyak itu—setara ukuran APBD Cilacap—hilang begitu saja. Ini bancakan yang harus diusut tuntas,” tegas Bambang.

Gibas mendesak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah agar tidak ragu dan tidak terpengaruh oleh tekanan politik ataupun intervensi dari pihak manapun.

“Jangan takut terhadap penguasa. Jangan pandang bulu. Ini soal keberanian dan komitmen menegakkan hukum,” lanjutnya.

Dukungan Jurnalis: Kawal hingga Tuntas

Senada dengan Bambang, Mulyadi Tanjung, anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) yang dikenal aktif mengawal isu-isu korupsi, menegaskan bahwa media akan terus berada di garis depan dalam mengawal kasus ini.

“Kami sebagai kontrol sosial akan terus meliput dan menelusuri kasus ini sampai otak utamanya terbongkar,” kata Mulyadi, yang akrab disapa Bang Buyung.

Tuntutan Akuntabilitas: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab

Bambang juga menyoroti keterlibatan berbagai pihak, termasuk PT Rumpun Sari Antan (RSA) yang diduga ikut bermain dalam pusaran korupsi ini. Ia mempertanyakan apakah benar hanya direktur perusahaan tersebut yang terlibat, atau ada figur-figur lain yang lebih kuat di belakangnya.

Baca Juga  Bupati Semarang Hadiri Tasyakuran HUT ke-117 Ikatan Notaris Indonesia

“Hebat sekali kalau bisa bermain sendiri. Saya kira tidak sesederhana itu,” ucap Bambang sinis.

Ia menekankan bahwa tanggung jawab juga harus ditujukan kepada pihak-pihak yang mengesahkan pengeluaran dana lewat Perda APBD, termasuk Badan Anggaran DPRD dan para perantara proyek seperti broker tanah.

Audit Internal dan Keterlibatan Komisaris

Tak hanya itu, Bambang juga meminta investigasi menyeluruh terhadap manajemen internal PT CSA.

“Apakah benar komisaris bertindak sendiri? Tidak ada kawan? Atau jangan-jangan ada perintah dari atas?” tanyanya retoris.

Ia menegaskan bahwa proses hukum harus dilakukan dengan teliti, cermat, dan bebas dari intervensi.

Penutup

Kasus PT CSA ini telah menjadi simbol keresahan masyarakat terhadap praktik korupsi di daerah. Penanganannya bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga menyangkut harapan rakyat terhadap pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kini bola panas berada di tangan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Publik menunggu: apakah hukum akan benar-benar ditegakkan.

Penulis : Yogie PS 

Editor : Redaksi

 

 

Berita Terkait

Tanpa Proyek, Tanpa Anggaran: Gotong Royong Warga Ini Bikin Takjub
Perkuat Keimanan, Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Program Kerohanian
Rembuk Stunting dan Musrenbang 2026 di Neubok Naleung Berjalan Sukses, Komitmen Wujudkan Generasi Sehat dan Gampong Maju
Tanpa Sosialisasi, Proyek Jalan Diponegoro Diduga Milik Anggota DPRD Jateng, Warga “ Kami Tak Dihargai!!!
PWI Jateng Punya Nahkoda Baru! Setiawan Hendra Kelana Fokus Tingkatkan Profesionalisme Wartawan
Dari Bergas untuk Indonesia ” Koperasi Merah Putih Lahir di Hari Spesial Presiden
Tak Hanya Bangun Jalan, TMMD Grobogan Hijaukan Desa dan Perkuat Ketahanan Pangan
Sinergi Hukum dan Pemasyarakatan: Hakim Wasmat Pastikan Hak Tahanan di Rutan Salatiga

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 18:40

Perkuat Keimanan, Warga Binaan Rutan Salatiga Ikuti Program Kerohanian

Kamis, 20 November 2025 - 07:22

Rembuk Stunting dan Musrenbang 2026 di Neubok Naleung Berjalan Sukses, Komitmen Wujudkan Generasi Sehat dan Gampong Maju

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:29

Tanpa Sosialisasi, Proyek Jalan Diponegoro Diduga Milik Anggota DPRD Jateng, Warga “ Kami Tak Dihargai!!!

Minggu, 19 Oktober 2025 - 10:51

PWI Jateng Punya Nahkoda Baru! Setiawan Hendra Kelana Fokus Tingkatkan Profesionalisme Wartawan

Jumat, 17 Oktober 2025 - 16:42

Dari Bergas untuk Indonesia ” Koperasi Merah Putih Lahir di Hari Spesial Presiden

Jumat, 17 Oktober 2025 - 01:22

Tak Hanya Bangun Jalan, TMMD Grobogan Hijaukan Desa dan Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat, 10 Oktober 2025 - 12:36

Sinergi Hukum dan Pemasyarakatan: Hakim Wasmat Pastikan Hak Tahanan di Rutan Salatiga

Jumat, 10 Oktober 2025 - 09:28

Direksi PDAM Kota Semarang Gugat SK Pemberhentian Mendadak

Berita Terbaru

error: Content is protected !!