CILACAP, MAJENANG |JEJAKKONTRUKSI.COM- Duka yang menyelimuti Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, perlahan diselimuti asa setelah delegasi kemanusiaan yang dipimpin Bos Rio, putra tokoh masyarakat Bos Edy Santoso, tiba untuk memberikan dukungan langsung kepada warga terdampak bencana tanah longsor.
Didampingi Korwil IV H. Cucu Sujana, SE, jajaran PAC Pemuda Pancasila Majenang dan Karangpucung, serta pengawalan Komandan Koti Ndanki Bung Sugiono beserta anggota, kedatangan Bos Rio menjadi penguat bagi masyarakat.
Dalam pernyataannya, Bos Rio menegaskan bahwa misinya bukan sekadar membawa logistik, tetapi juga menguatkan moral warga.
“Duka Cibeunying adalah duka kita semua. Semoga warga diberi ketabahan dan proses evakuasi segera tuntas,” ungkapnya.
Tiga Excavator Diterjunkan Sejak Hari Kedua
Komitmen nyata terlihat saat tiga unit excavator lengkap dengan operator dan helper langsung diterjunkan ke titik longsor. Tim bekerja tanpa jeda menggali material tanah untuk mencari korban yang masih tertimbun.
Hasilnya terlihat signifikan. Hingga Kamis sore, jumlah korban yang belum ditemukan menyusut, tinggal tiga orang dalam proses pencarian.
Pada hari yang sama, Bos Rio menyerahkan bantuan sembako dan logistik harian kepada Kepala Desa Cibeunying, Lili Warly, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan warga di masa tanggap darurat.
Cerita Pilu dari Lokasi Longsor
Kunjungan difokuskan di kediaman Kepala Desa, berjarak sekitar 50 meter dari lokasi bencana. Dalam suasana haru, warga dan perangkat desa memaparkan kondisi terkini. Hingga hari itu, 20 jenazah berhasil ditemukan, sebagian dalam kondisi tidak utuh—sebuah gambaran getir dahsyatnya longsor pada Kamis malam Jumat Kliwon, 13 November 2025, pukul 20.00 WIB.
Seorang warga mengungkapkan,
“Ini adalah ujian terberat bagi persatuan kita.”
Medan yang ekstrem ditambah insiden-insiden tak terduga sempat menjadi tantangan. Namun koordinasi TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan unsur masyarakat memastikan seluruh proses dapat dikendalikan dengan baik.
Pemuda Pancasila Tunjukkan Dedikasi Tanpa Lelah
Sejak awal hingga rombongan kembali pukul 17.40 WIB, jajaran Pemuda Pancasila dari Cimanggu, Karangpucung, Tanjung, hingga Buyung Mulyadi menunjukkan kesiapsiagaan dan ketulusan dalam mengawal misi kemanusiaan ini.
Kehadiran Bos Rio bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menyampaikan pesan kuat: cinta, solidaritas, dan kepedulian adalah warisan yang terus hidup di hati masyarakat Cilacap. Pemuda Pancasila kembali membuktikan diri sebagai pilar yang selalu hadir dalam setiap kesulitan rakyat.
(Marjuki & Tim )







