KENDAL | JEJAKKONTRUKSI.COM — Dugaan praktik perjudian togel di wilayah Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, kembali mencuat dan memantik sorotan tajam publik. Aktivitas yang disebut-sebut melibatkan seorang pengepul berinisial Dewi itu dikabarkan masih berjalan tanpa hambatan berarti.
Meski sebelumnya aparat kepolisian disebut telah beberapa kali melakukan penertiban, praktik tersebut diduga terus berulang dan kembali aktif. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah penindakan selama ini belum efektif, atau ada celah pengawasan yang dimanfaatkan pelaku?
Sejumlah warga mengaku aktivitas tersebut bukan rahasia umum. Bahkan, mereka menyebut praktik togel kerap kembali beroperasi setelah razia selesai digelar.
Menanggapi hal itu, Kapolsek Boja AKP Budianton melalui Kanit Reskrim Ipda Asroy Al Gibran menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang beredar dengan melakukan penyelidikan di lapangan.
“Kami akan koordinasi dan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kebenaran informasi tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin bertindak gegabah dan tetap mengedepankan prosedur serta koordinasi internal sebelum mengambil langkah penindakan.
Namun di sisi lain, sikap tersebut justru memicu persepsi berbeda di tengah masyarakat. Ketika aktivitas yang sama terus berulang, publik mulai mempertanyakan ketegasan aparat dalam menutup celah praktik perjudian.
Sejumlah warga bahkan mendesak agar penindakan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar operasi sesaat yang dinilai tidak memberikan efek jera.
“Kalau memang serius memberantas, seharusnya tidak muncul lagi. Ini seperti ada ruang yang dibiarkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini turut memunculkan dugaan liar di tengah masyarakat terkait kemungkinan adanya pembiaran oleh oknum tertentu. Meski belum dapat dibuktikan, persepsi tersebut berkembang seiring minimnya efek jera terhadap pelaku.
Pihak kepolisian sendiri mengakui bahwa praktik serupa kerap kembali muncul setelah dilakukan operasi.
“Biasanya saat operasi lokasi kosong, tapi setelah itu muncul lagi. Ini yang akan kami dalami,” kata Ipda Asroy.
Sorotan publik kini tertuju pada langkah konkret yang akan diambil aparat. Masyarakat menanti pembuktian nyata bahwa penegakan hukum berjalan tegas, konsisten, dan tanpa kompromi.
Jika tidak segera ditindak secara menyeluruh, kekhawatiran akan terus tumbuh dan berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum di wilayah tersebut.[Yuan/Red]







